Time

Tampilkan postingan dengan label balada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label balada. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Februari 2010

Puisi Karya Siswa-Siswi SMA Patra Dharma

Global Warming
Puisi Global Warming/Aris Fadiatmoko

Panas…
Itulah yang setiap hari kurasakan.
Tiada lagi yang bias ku lakukan
Hanya panas...panas...dan panas
Apa yang sebenarnya terjadi ?

Yang ada hanya ...
Asap,kabut dan panas...
Tak ada lagi keindahan...
Kesejukan,kerindangan yang dulu ada...

Sekarang musnah...
Salah siapakah ini ?
Apakah salah kami ?
Ya tuhan,kami mengaku salah dengan perbuatan kami...
Maafkanlah kesalahan kami...

Yang telah merusak titipan...
yang telah dititipkan kepada kami...
berikanlah kesempatan kepada kami...
untuk memperbaiki keadaan ini...
masihkah kau memberikan waktu itu ?

Puisi Karya Siswa-Siswi SMA Patra Dharma

TSUNAMI
Asmawan Pahlawan X-B

Aku gelisah . . .
Diriku tak berdaya dibuatnya
Tawaku seakan musnah
Sedihku tiada henti
Aku hanya bisa meratapinya

Rumahku . . .
Sekolahku . . .
Hancur musnah dibuatnya
Keluargaku hilang ditelannya

Gumpalan air itu sangat dahsyat
Bagaikan aliran air yang tiada henti
Kotaku yang megah menjadi hancur berantakan
Manusia yang berbahagia menjadi sedih dibuatnya

Aku hanya bisa terdiam
Aku hanya bisa tawakal
Hanya kepada dirimu
Aku berserah . . .

Puisi Karya Siswa-Siswi SMA Patra Dharma

Wahai manusia...
Sadarkah engakau??
Pephonan hijau bertumbangan,
Udara semakin panas menyengat,
Air dan lautan keruh menghitam
Tanah meradang gersang dan berasap tebal,

Tapi aneh...
Ketika bencana terjadi,
Mulut saling menuding,
Urat leher ikut tegang membela diri..
Yang kecil menjadi korban,
Yang besar duduk tenang disinggasana..
Yang lemah timbul tenggelam,
Yang kuat terselamatkan tahta..

Pepohonan dan binatang-binatang punah
Akibat pembantain brutal manusia..
Terakhir,,
Manusia-manusia akan musnah
Karena pembantaian keserakahan..
Begitu seram masa depan ini..

Bayangkan ini kenyataan...
Air mata menetes,
Ribuan usapan dada,
Semua tertunduk bersimpuh di tanah..
Tubuh-tubuh kaku tak berdosa bergelimpangan
Dinding-dinding impian hancur diantara jeritan-jeritan..

Maka lindungilah alam
Demi jiwa rapat bersatu
Musnahkan kesombongan di kepala
Jagalah tanah kita sebelum terhanyut dan memebusuk..

Talitha Nurin T.(X G)

Terangku hilang
Redup dibawa gelap
Senyumku hilang
Direnggut rasa kecewa
Awanku hilang
Dihembus angin jahat
Kemana indahku?
Yang dulu hijaukan dunia
Kemana angin senduku?
Yang dulu hembuskan daun
Timbulkan suara gemuruh
Namun semua sirna
Hanya ranting rapuh yang kulihat
Hanya angin ribut yang berhembus
Hanya awan gelap yang gambarkan kesedihan
Hanya asap hitam yang menghias kini
Andai mereka bisa bicara
Mereka akan berkata
Wahai para manusia.. Hidupku kau renggut
Banyak kata yang tak dapat kami lukiskan
Karena terlalu banyak sakit yang kami rasa
By: Talita Bianda


Alam

Hutan hijau yang dulu kita lihat sekarang musnah
Di sulap menjadi bangun yang megah
Langit yang dulu berwana biru
Sekarang menjadi kelabu

Ada apa ?
Karena apa ?
Ulah sapa ?
Salah sapa ?

Embun pagi tidak sedingin pualam
Air mengalir tidak sebening permata
Hawa dingin, meradang panas menusuk
Awan berarak beriring dengan wajah biru

Siapa yang menanggung ?
Siapa yang menjawab ?
Semua sembunyi tangan
Semua tutup mulut

Tanganku ingin menggapai
Meraih sambutan dengan ramah
Bersama menjawab
Bersama menanggung

Bersama merentangkan tangan
Membendung air sebening permata
Meredakan panas meradang
Mengembalikan senyuman awan berarak
By Prusba

Wahai matahari..
Dapatkah kau kurangi panasmu ?
Kami merasa panas
Panas sekali
Asap kendaraan juga tidak bersahabat
Pohon-pohon kekeringan
Sungai-sungai pun ikut kering
Dan tenggorokanku juga kering
Adakah yang dapat mengurangginya ?
Hanyalah kesadaran manusia yang dapat menghentikan.
Menghentikan kerusakan yang menghantui bumi kita tercinta ini

Karya Wong Meily

Puisi Karya Siswa-Siswi SMA Patra Dharma

“ Rusaknya Alamku ”

Hari ini cuaca terasa begitu panas
Angin jarang meniup pepohonan
Tanh – tanah menjadi kering
Dan matahari terasa begitu terik

Semua disebabkan oleh rusaknya alamku
Penebangan liar dimana – mana , kebakaran hutan , tanah longsor
Oh manusia , janganlah kau rusak alamku
Karena alam , begitu berarti untuk masa depan

Karya : Retno Dwi .W.

“ Kerusakan Alam ”
Tuhan mengapa engkau menjadikan tempat tinggal saya menjadi hancur …
Saya tidak sanggup melihatnya
Saya tidak mau melihat alam saya rusak
Mengapa ada saja orang yang sengaja merusak alam

Apakah mereka tidak senang jika alam itu tidak rusak ?
Tapi kenapa ? Malah di rusak …
Seharusnya tidak ada lagi orang – orang yang bertangan jahil
Ku tidak sanggup melihatnya …

Sungguh sedih perasaanku jika melihatnya …
Karya : Dwi Aulia .A.



“ Penebangan Liar ”
Kita hidup di lingkungan yang asri
Hidup ini asri dan sejuk karena pepohonan yang hidup di sekitar kita
Pepohonan yang sejuk membuat hidup tenang dan bersahaja
Bagaikan pohon yang tidak bisa hidup tanpa air

Manusia tidak pernah bersyukur
Apa yang telah Tuhan berikan
Merka hanya bisa merusak lingkungan saja
Penebangan liar telah marak dimana saja

Andaikan manusia bisa bersyukur
Pasti mereka akan selalu mensyukuri apa yang ada
Penebangan tak akan terjadi kalau kita pandai bersyukur
Karya : Nina Nur Jannah



“ Kerusakan Alam “
Pohon – pohon bertumbangan
Daun – daun berguguran
Hujan menyebabkan banjir
Mendatangkan musibah bagi manusia

Tuhan , mengapa engkau memberi kami cobaan
Kami telah lalai
Sehingga tidak bisa menjaganya
Maafkan kami Tuhan telah menyebabkan rusak
Karya : Agnes Ultramarina

“ Kerusakan Alam “

Kulihat …
Pohon – pohon bertumbangan
Daun – daun kering berserakan
Akibat tangan – tangan jahil yang tidak bertanggung jawab
Betapa sedihnya …
Melihat orang – orang yang terkena musibah
Karena kerusakan alam …
Walaupun itu dari kelalaian mereka
Karya : Yohana Agustine